sekar.anjani10's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

Cerita Inspirasi 2

 

M P K M B  4 7

Cerita Inspirasi

Nama   : Sekar Anjani

Nrp      : I34100060

Panji 2 / Laskar 9

Pengalaman diri sendiri

Sebenarnya mungkin agak aneh rasanya jika menceritakan pengalaman sendiri, tapi yah… tidak ada salahnya juga kan? Mudah – mudahan teman – teman sekalian dapatmengambil hikmahnya atau sekedar bersimpati ataupun hanya sekedar menbaca untuk mengisi waktu luangpun tidak masalah.

Sewaktu kecil,bisa dibilang aku tidak punya kenangan indah bersama teman – teman. Bukan karena aku sombong atau semacamnya, tetapi memang menurutku yg paling berbekas kebanyakan kenangan yg tidak menyenangkan. Waktu kelas 1, pertama kali bertemu teman – teman senang sekali rasanya. Memang waktu itu, ada satu anak yg sangat menonjol. Anaknya supel, ceria dan semua orang suka padanya, termasuk aku juga. Akan tetapi lama kelamaan perilakunya mengarah menjadi agak bossy. Kelakuan itu semakin menjadi ketika kami kelas 2 sd. Siapapun yg berbuat tidak mengenakan hatinya, ia akan memboikot semua teman – teman untuk memusuhi orang tersebut. Memang ada beberapa, kebanyakan anak laki – laki tetap bersikap netral atau lebih tepatnya tidak mau ikut campur. Ketika itu ada satu anak yang dimusuhi oleh si Bos (sebut saja dia si bos). Aku bisa merasakan tekanan yg dialaminya. Pasti rasanya sangat sedih sekali. Aku tadinya tidak mau ikut – ikutan memusuhi anak itu, tapi jika tidak nantinya justru aku yg malah akan dimusuhi. Aku takut, karena itu aku menuruti si Bos. Sampai akhirnya ketika pertengahan kelas 4 sd, aku turut mengalami kejadian itu.

Suatu hari, ayahku mendapat rezeki punya mobil baru. Nah… ketika pulang sekolah, aku yg biasanya selalu pulang bareng si Bos saat itu dijemput ayahku dan seluruh keluargaku dgn mobil baru. Rencananya keluargaku akan mampir ke restoran setelah menjemputku pulang sekolah sekedar makan – makan untuk merayakan. Otomatis hari itu aku tak bisa pulang bareng si Bos. Sejenak aku cemas, takut si Bos marah. Akan tetapi waktu itu dia tersenyum (mungkin sebenarnya karena ada orangtuaku, jadi dia senyum). Melihat itu aku lega dan bergegas menghampiri keluargaku dgn riang gembira. Namun keesokan harinya lain cerita. Ketika datang ke kelas,  saat aku akan menaruh tas di bangkuku, aku heran. Kenapa bangkuku yg biasanya sudah ditempati orang lain. Tapi saat itu aku tak ambil pusing danlekas menempati bangku kosong yg tersisa dibelakang. Tak lama kemudian, si Bos beserta konco – konconya datang. Spontan aku melambaikan tangan mengucapkan halo seperti biasanya. Akan tetapi mereka semua tidak menghiraukan. Aku berpikir positif, mungkin mereka tidak melihat. Kemudian akhirnya aku memutuskan menghampiri mereka. Tapi saat aku mendekat, mereka semua malah menjauh, menghindar dariku, dan berkumpul di sudut kelas lain. Aku masih tak mengerti kenapa mereka menghindar. Tak lama terdengar cekikikan tawa mengejek mereka seraya berbisik – bisik sambil sesekali menunjuk kearahku. Saat itulah aku yakin, bahwa aku dimusuhi sama seperti temanku yg dimusuhi waktu itu yg faktanya saat itu ia sudah bergabung dengan si Bos dan dia jugalah yg menempati bangkuku. Aku yakin 100% si Bos yg menyuruhnya. Maka dari itu, aku kembali ke bangkuku yg dibelakang. Karena jumlah murid di kelasku ganjil, dan Karena aku duduk di bangku yg tersisa, otomatis aku duduk sendiri. Salah satu teman laki – lakiku bertanya kenapa aku tidak duduk di bangkuku yg biasanya, tetapi aku hanya menjawab aku kesiangan sambil tertawa kecil. Dan kemudian bisikan – bisikan si Bos dengan teman – temannya terdengar lagi.

Barulah saat itu aku merasakan bagaimana rasanya dijauhi, diacuhkan, bahkan dianggap seolah tdk pernah ada. Sedih sekali rasanya. Setiap hari melakukan apa – apa sendirian. Berharap ada yg menemani, menyadari keberadaanku, menoleh ke arahku bukan dengan tatapan sinis dan menganggap aku berarti. Akan tetapi tentu saja tak ada satupun keluargaku yg tau. Aku tak memberitahu mereka. Aku tdk mau membuat papa dan mama sedih karena tahu anaknya dijauhi. Karena itulah aku tetap pulang kerumah dengan senyuman walaupun sebenarnya aku sangat ingin mengadu. Aku juga baru menyesal. Kenapa sewaktu ada temanku yg dimusuhi, aku malah ikut – ikutan memusuhinya. Bukannya menemani tetapi malah membiarkannya. Pura – pura tidak tahu kesepiannya. Kenapa aku tak punya cukup keberanian untuk melakukan hal sekecil itu? Padahal saat itu, jika ada orang seperti itu, pasti sangat senang luar biasa rasanya.

Keadaanku yg seperti itu terus berlanjut sampai ketika baru naik kelas 6. Saat itu ada anak yg baru pindah ke sekolahku dan masuk kekelasku. Anak yg cantik dan pintar. Ia juga sangat terus terang dan tak suka berpura- pura. Tetapi disisi lain baik hati juga. Sewaktu istirahat, ia melihat aku duduk sendiri di kelas sedangkan teman – teman yg lain bermaindan jajan bersama – sama diluar. Ia menghampiriku dan bertanya kenpa aku tak ikut bersama teman – teman yg lain. Aku tak menjawab dan hanya tersenyum. Tak lama kemudian aku lihat ia pergi ke bangkunya dan mengambil uang sakunya. Kupikir pasti ia akan jajan bersama teman yg lain. Tetapi saat itu ternyata ia menarik tanganku dan mengajakku jajan bersama. Aku sangat senang sekaligus cemas juga bagaimana si Bos jika melihatku bersama dengan si anak baru. Benar saja ketika kami berdua keluar kelas, si Bos melihat kami dan segera berbisik – bisik bersama teman – teman yg lain. Aku menundukkan kepala dan menoleh ke si anak baru yg mengajakku itu. Akan tetapi si anak itu tdk kelihatan terganggu sama sekali dgn sindiran – sindiran si Bos. Keesokan harinya, benar saja seperti dugaanku, ia pun turut dimusuhi karena berteman denganku. Kupikir ia akan menyalahkanku. Tetapi aku salah. Ia justru malah semakin dekat denganku., tetap menemaniku. Dan biarpun begitu, ia juga tidak gentar menghadapi si Bos. Ia berani melawan dan malah berkali – kali membuat si Bos terdiam kalah. Tidak sepertiku yg hanya bisa diam saja dan pasrah menerima keadaan menyedihkan tanpa berusaha memperbaiki. Aku sempat bertanya padanya kenapa dia mau mengajak aku yg dimusuhi oleh si Bos dan teman – teman yg lain dgn resiko dia akan bisa ikut dimusuhi juga. Ia malah tertawa sambil menjawab bahwa ia mencoba mengerti bagaimana perasaanku saat itu. Dan karena ia mengerti, maka ia tdk meninggalkanku. Itu baru yg namanya “teman” yang sebenarnya.

Manusia memang bisa saling mengasihi satu sama laindan bisa menyakiti satu sama lain. Manusia saling mengasihi karena mereka berempati. Mengerti satu sama lain. Sedangkan mereka menyakiti karena tidak mempunyai rasa empati dan acuh, tak mau mencoba mengerti satu sama lain.

 

Cerita Inspirasi 1

 

M P K M B  4 7

Cerita Inspirasi

Nama   : Sekar Anjani

Nrp      : I34100060

Panji 2 / Laskar 9

Pengalaman orang lain

Inspirasi……… inspirasi bisa datang dari mana saja, siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Bisa dari tokoh – tokoh terkenal, guru, teman, tetangga, atau bahkan Keluarga sendiri. Inilah kisalah satu kisah dari Orangtua saya yg menginspirasi saya, yg membuat saya tergerak untuk selalu berjuang, berusaha agar suatu saat nanti dapat membanggakan dan membahagiakan orangtua saya.

Dilahirkan dalam keluarga yang kurang mampu, sedari kecil sudah terbisa berdagang. Bahkan beliau pun sekolah sambil berdagang. Beliau menjajakan makanan untuk dibeli oleh teman – teman sekolahnya. Bahkan guru- guru pun terkadang ikut membeli. Biasanya kebanyakan anak itu malu jiaka harus berdagang apalagi dihadapan teman – temannya, namun tidak begitu dengan beliau. Walaupun mungkin sempat mampir di hati beliau rasa malu, akan tetapi beliau mengesampingkan semua rasa itu demi membantu kehidupan keluarga, membantu orangtua dan diri sendirinya juga. Kadangkala jika beliau melihat temannya memakai barang baru seperti tas baru, bajubaru atau sepatu baru misalnya, terbesit pula dihatinya hasrat ingin membeli juga, ingin sama dengan teman – temannya bisa memiliki barang baru. Namun apa daya, lagi – lagi beliau harus menahan keinginan itu. Hari – hari seperti itu terus berlanjut sampai beliau tamat sekolah SMA. Bayangkan seberapa besar rasa sabar yg beliau miliki. Kegigihan dan tanpa bosan – bosannya ia berdagang setiap hari . Tapi biarpun begitu, beliau tetap bersyukur atas apa yg dianugerahkan kepadanya. Tak sekalipun ia merasa menyesal dilahirkan dalam keadaan keluarga yg seperti itu, bahkan beliau berkata bahwa ia sangat bersyukur diberikan keluarga yg seperti itu. Bahkan ketika Ayah beliau meninggal sekalipun. Menurutnya, orangtuanya adalah orangtua yg terbaik di seluruh dunia. Maka, hidup itu sendiri pun harus patut disyukuri.

Alhamdulillah……… Kegigihan dan ketabahan orang – orang yang sabar pasti akan dimudahkan jalannya suatu saat nanti oleh Allah SWT. Kehidupan beliau sekarang setelah menikah semakin membaik. Itu karena beliau dipertemukan dengan seorang laki- laki yg penyayang, bertanggung jawab, baik hati,dan gigih pula sama sepertinya. Lantas pada awal perkawinannya, mereka berdua sama – sama berjuang bahu membahu menbangun kehidupan keluarga yg baik untuk anak- ankanya kelak. Dan pada akhirnya, perjuangan mereka berdua membuahkan hasil. Sang Suami mendapatkan pekerjaan tetap yang penghasilannya cukup untuk menghidupi seluruh anggota keluraga. Sekarang beliau sudah mempunyai rumah sendiri dan hidup bahagia bersama anak – anaknya. Bahkan Ibu beliau pun turut diajak tinggal bersama dan mampu menghidupinya juga.

 

gambar IPB

 

 

lagi pelatihan web

 

hahahahahahaha:D

pusing saya.. ga tau ni dr kemaren migran ga ilang2

rieeuut pisan! (ga penting jg :p)

pokokna mah mudah2an matrikulasi LULUS!

AMINNNNNNNNNN!!!!